Market Order vs Pending Order: Mana yang Cocok untuk Trader Pemula?

Market Order vs Pending Order: Mana yang Cocok untuk Trader Pemula?




Ketika ingin membuka posisi forex, trader tidak selalu harus langsung menekan tombol Buy atau Sell.

Ada beberapa jenis order yang dapat digunakan.

Dua kategori yang penting dipahami pemula adalah:

Market Order

dan

Pending Order.

Keduanya memiliki fungsi berbeda.

Apa Itu Market Order?

Market order adalah order untuk membuka posisi pada harga pasar yang tersedia saat order dieksekusi.

Sederhananya:

Trader melihat setup.

Trader memutuskan entry.

Kemudian trader melakukan Buy atau Sell.

Market order cocok digunakan ketika trader ingin masuk ke pasar berdasarkan kondisi yang sedang terjadi.

Apa Itu Pending Order?

Pending order digunakan ketika trader ingin masuk pasar pada harga tertentu yang belum tercapai.

Trader menentukan level terlebih dahulu.

Jika harga mencapai kondisi yang ditentukan, order dapat dieksekusi sesuai mekanisme platform dan kondisi pasar.

Pendekatan ini berguna ketika trader tidak ingin mengejar harga.

Jenis Pending Order

Beberapa jenis pending order yang umum adalah:

Buy Limit

Digunakan untuk menunggu harga turun ke level tertentu sebelum melakukan Buy.

Contohnya:

Harga saat ini 1.1000.

Trader ingin Buy jika harga turun ke 1.0950.

Trader dapat mempertimbangkan Buy Limit pada area tersebut sesuai strateginya.

Sell Limit

Digunakan untuk menunggu harga naik ke level tertentu sebelum melakukan Sell.

Contoh:

Harga saat ini 1.1000.

Trader memperkirakan harga akan naik ke 1.1050 kemudian berbalik.

Trader dapat menempatkan Sell Limit pada level yang direncanakan.

Buy Stop

Digunakan ketika trader ingin Buy jika harga menembus level tertentu di atas harga sekarang.

Contohnya:

Harga saat ini 1.1000.

Trader ingin masuk Buy jika harga berhasil melewati 1.1050.

Sell Stop

Kebalikan dari Buy Stop.

Trader ingin Sell jika harga menembus level tertentu di bawah harga sekarang.

Market Order atau Pending Order?

Tidak ada yang selalu lebih baik.

Pilihan tergantung pada strategi.

Market order dapat digunakan ketika setup sudah valid dan trader memang ingin masuk pada kondisi saat ini.

Pending order dapat digunakan ketika trader sudah menentukan level tertentu dan ingin menunggu harga datang ke area tersebut atau menunggu konfirmasi breakout sesuai aturan strateginya.

Kesalahan Pemula: Memasang Pending Order Tanpa Rencana

Pending order bukan alat untuk “meninggalkan posisi lalu berharap”.

Trader tetap harus memiliki alasan.

Misalnya:

Kenapa Buy Limit ditempatkan di sana?

Kenapa Sell Stop ditempatkan pada level tersebut?

Apa yang membuat setup tersebut tidak valid?

Di mana stop loss?

Berapa risiko transaksi?

Jika tidak ada jawaban yang jelas, pending order hanya menjadi order otomatis tanpa dasar analisis.

Market Order Juga Tidak Berarti Harus Entry Sekarang

Trader pemula terkadang berpikir:

“Kalau sudah ada sinyal, harus langsung entry.”

Tidak selalu.

Sinyal tetap perlu dibandingkan dengan trading plan.

Jika kondisi tidak sesuai aturan, trader boleh menunggu.

Trading bukan perlombaan untuk membuka posisi sebanyak mungkin.

Waspadai Harga Bergerak Cepat

Pada kondisi volatil, harga dapat bergerak sangat cepat.

Pending order yang tersentuh tidak selalu berarti trader mendapatkan harga persis seperti yang diharapkan dalam semua kondisi.

Eksekusi dapat dipengaruhi kondisi pasar.

Karena itu, tetap perhatikan spread dan potensi slippage.

Jangan Menggunakan Semua Jenis Order Sekaligus

Trader pemula tidak perlu langsung menggunakan:

  • Market order;
  • Buy Limit;
  • Sell Limit;
  • Buy Stop;
  • Sell Stop.

Pahami satu per satu.

Yang lebih penting adalah mengetahui mengapa order digunakan.

Kesimpulan

Market order dan pending order sama-sama memiliki fungsi dalam trading forex.

Market order digunakan ketika trader ingin masuk berdasarkan harga pasar yang tersedia.

Pending order digunakan ketika trader ingin menunggu harga mencapai kondisi tertentu.

Tidak ada jenis order yang otomatis lebih menguntungkan.

Yang menentukan kualitas transaksi tetap berasal dari strategi, analisis, manajemen risiko, dan disiplin trader.