Pip vs Pipette dalam Forex: Apa Bedanya? Panduan untuk Pemula

Pip vs Pipette dalam Forex: Apa Bedanya? Panduan untuk Pemula




Bagi trader forex, istilah pip mungkin sudah sering terdengar.

Namun ketika melihat harga pada platform trading, sebagian trader pemula menemukan angka tambahan di belakang harga.

Contohnya:

EUR/USD 1.10542

Trader mungkin bertanya:

“Angka terakhir itu apa?”

Di sinilah istilah pipette menjadi relevan.

Memahami perbedaan pip dan pipette penting karena keduanya digunakan untuk menggambarkan perubahan harga dengan tingkat ketelitian yang berbeda.

Apa Itu Pip?

Pip merupakan satuan yang umum digunakan untuk menggambarkan perubahan harga dalam forex.

Pada banyak pasangan mata uang yang dikutip dengan empat angka desimal, 1 pip biasanya berada pada angka desimal keempat.

Contoh:

EUR/USD:

1.1000 → 1.1001

Perubahan tersebut adalah:

1 pip

Namun terdapat pengecualian penting, terutama pasangan yang melibatkan yen Jepang.

Bagaimana dengan Pair yang Menggunakan JPY?

Untuk pasangan seperti USD/JPY, satu pip umumnya berada pada angka desimal kedua.

Contoh:

USD/JPY:

150.00 → 150.01

Perubahan tersebut adalah:

1 pip

Jadi jangan menghafal jumlah digit secara buta.

Trader perlu memahami karakteristik quote masing-masing pair.

Lalu Apa Itu Pipette?

Pipette merupakan satuan yang lebih kecil dari pip.

Pada quote lima digit untuk banyak pair forex, pipette biasanya merupakan digit kelima.

Contohnya:

EUR/USD:

1.10000 → 1.10001

Perubahan tersebut adalah:

1 pipette

Karena:

10 pipette = 1 pip

Jadi jika harga bergerak:

1.10000 → 1.10010

pergerakannya setara dengan:

1 pip

Contoh yang Lebih Mudah

Misalnya harga EUR/USD berubah dari:

1.10520

menjadi:

1.10570

Selisihnya adalah:

0.00050

Pada quote tersebut, pergerakannya setara dengan:

5 pip

Atau:

50 pipette

Konsep ini membantu trader memahami detail perubahan harga.

Kenapa Pipette Digunakan?

Pipette memungkinkan broker atau platform menampilkan harga dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Contohnya:

Broker A:

EUR/USD 1.1052

Broker B:

EUR/USD 1.10527

Angka tambahan tersebut memberikan detail quote yang lebih presisi.

Bagi trader, perbedaan kecil seperti ini dapat berhubungan dengan spread dan hasil eksekusi.

Pip Berhubungan dengan Profit dan Loss

Pip juga sering digunakan untuk menghitung pergerakan posisi.

Misalnya trader Buy.

Harga bergerak naik beberapa pip.

Besarnya profit dalam uang kemudian bergantung pada:

  • Ukuran posisi;
  • Pair yang diperdagangkan;
  • Nilai pip;
  • Mata uang akun;
  • Kurs yang berlaku.

Karena itu, 10 pip tidak selalu bernilai uang yang sama untuk setiap posisi.

Jangan Menganggap 10 Pip Selalu Berarti Profit yang Sama

Misalnya dua trader sama-sama mendapatkan:

+10 pip

Namun jika ukuran lot mereka berbeda, profit dalam nominal juga berbeda.

Trader dengan posisi lebih besar akan memiliki nilai pergerakan pip yang lebih besar.

Ini alasan mengapa pemahaman pip harus dikombinasikan dengan pemahaman lot dan risiko.

Hubungan Pip dengan Stop Loss

Stop loss juga sering ditentukan berdasarkan jarak pip.

Contohnya:

Entry:

1.1000

Stop loss:

1.0980

Jaraknya:

20 pip

Tetapi trader tidak cukup hanya menentukan 20 pip.

Ukuran lot harus disesuaikan dengan jumlah uang yang siap dipertaruhkan.

Misalnya risiko trader ditetapkan 1% dari modal.

Maka ukuran posisi perlu dihitung agar jarak SL tersebut tetap sesuai dengan batas risiko.

Pipette dan Spread

Pipette juga dapat membantu trader melihat spread secara lebih detail.

Misalnya sebuah pair memiliki spread:

0.8 pip

Dalam quote lima digit, angka tersebut dapat terlihat sebagai beberapa satuan pipette.

Bagi scalper, detail kecil seperti spread dan biaya transaksi bisa menjadi lebih penting karena target profit per transaksi biasanya relatif kecil.

Kesalahan Pemula Saat Membaca Pip

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

Mengira digit terakhir selalu 1 pip.

Padahal pada quote lima digit, digit terakhir umumnya merupakan pipette.

Menganggap semua pair memiliki format yang sama.

Pair JPY memiliki konvensi digit yang berbeda.

Menganggap nilai pip selalu sama.

Nilai pip bergantung pada ukuran posisi dan pair.

Menghitung risiko hanya dari jumlah pip.

Risiko juga bergantung pada lot dan nilai pip.

Kesimpulan

Pip dan pipette sama-sama digunakan untuk menggambarkan perubahan harga forex, tetapi tingkat ketelitiannya berbeda.

Secara sederhana:

10 pipette = 1 pip.

Memahami perbedaan tersebut membantu trader membaca quote dengan lebih akurat, memahami spread, menghitung jarak stop loss, dan memperkirakan dampak pergerakan harga terhadap posisi.

Bagi pemula, ini memang terlihat seperti detail kecil.

Namun semakin sering melakukan trading, semakin penting memahami detail seperti ini agar perhitungan risiko dan hasil transaksi tidak salah.