Pip Forex Itu Apa? Cara Menghitung Nilai Pip untuk Pemula

Pip Forex Itu Apa? Cara Menghitung Nilai Pip untuk Pemula




Bagi trader yang baru mengenal forex, ada beberapa istilah yang hampir pasti akan ditemui sejak awal.

Salah satunya adalah pip.

Trader sering mengatakan:

“Saya profit 30 pip.”

Atau:

“Stop loss saya 20 pip.”

Tetapi apa sebenarnya arti pip?

Dan yang lebih penting, berapa nilai uang dari 20 atau 30 pip tersebut?

Memahami pip sangat penting karena pip berkaitan langsung dengan perhitungan profit, loss, stop loss, dan target trading.

Apa Itu Pip?

Pip adalah satuan perubahan harga yang digunakan untuk mengukur pergerakan suatu pasangan mata uang.

Pada banyak pasangan forex dengan kuotasi empat angka desimal, satu pip biasanya berada pada angka desimal keempat.

Contohnya:

EUR/USD bergerak dari:

1.1000 → 1.1010

Pergerakan tersebut adalah 10 pip.

Jika harga bergerak dari:

1.1000 → 1.1050

maka pergerakannya adalah:

50 pip.

Namun perlu diperhatikan bahwa pasangan mata uang tertentu menggunakan aturan desimal yang berbeda. Karena itu, trader sebaiknya memahami spesifikasi pair yang digunakan pada platform atau broker masing-masing.

Kenapa Pip Penting?

Karena pip membuat trader lebih mudah mengukur pergerakan harga.

Daripada mengatakan:

“EUR/USD naik 0,0010.”

Trader biasanya lebih mudah mengatakan:

“EUR/USD naik 10 pip.”

Pip juga membantu trader menentukan:

  • Jarak stop loss;
  • Jarak take profit;
  • Potensi profit;
  • Potensi loss;
  • Risk-reward ratio.

Pip Tidak Sama dengan Uang

Ini bagian yang sering membuat pemula keliru.

10 pip tidak selalu berarti profit $10.

Nilai uang dari sebuah pip dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk ukuran posisi dan pasangan mata uang.

Misalnya, posisi dengan ukuran berbeda akan menghasilkan nilai per pip yang berbeda.

Lot kecil memiliki nilai pip yang berbeda dengan lot yang lebih besar.

Jadi, trader tidak cukup mengatakan:

“Saya hanya mengambil risiko 20 pip.”

Pertanyaan berikutnya adalah:

“20 pip tersebut nilainya berapa terhadap modal saya?”

Hubungan Pip dengan Stop Loss

Misalnya trader membuka posisi EUR/USD dan menentukan stop loss sejauh 30 pip.

Jika harga bergerak berlawanan hingga mencapai level tersebut, posisi akan mengalami kerugian berdasarkan jarak 30 pip dan ukuran posisi yang digunakan.

Karena itu, menentukan stop loss sebaiknya tidak hanya berdasarkan jumlah pip.

Trader juga perlu mempertimbangkan:

berapa persen modal yang dipertaruhkan.

Jangan Menentukan Lot Hanya dari Jarak Pip

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menentukan lot terlebih dahulu, kemudian baru melihat risiko.

Pendekatan yang lebih terstruktur adalah:

Modal → Risiko maksimal → Stop loss → Ukuran posisi

Misalnya trader sudah menentukan bahwa risiko maksimal dalam satu transaksi adalah jumlah tertentu.

Setelah mengetahui jarak stop loss, ukuran posisi dapat disesuaikan agar potensi kerugian tetap berada dalam batas yang direncanakan.

Pip dan Profit

Misalnya sebuah posisi menghasilkan pergerakan:

+50 pip

Apakah berarti trader pasti mendapatkan profit besar?

Belum tentu.

Profit tetap bergantung pada ukuran posisi dan karakteristik pair yang diperdagangkan.

Itulah sebabnya dua trader dapat sama-sama memperoleh 50 pip tetapi menghasilkan nominal profit yang berbeda.

Kesimpulan

Pip adalah satuan yang digunakan untuk mengukur perubahan harga dalam trading forex.

Memahami pip membantu trader membaca jarak pergerakan harga, menentukan stop loss, menghitung target, dan mengukur risiko.

Namun, jangan menganggap pip sebagai nominal uang secara langsung.

Jumlah pip yang sama dapat menghasilkan profit atau loss berbeda tergantung ukuran posisi dan pasangan mata uang yang digunakan.

Untuk trader pemula, memahami hubungan antara pip, lot, stop loss, dan risiko modal merupakan salah satu dasar penting sebelum meningkatkan ukuran posisi.