Apa Itu Slippage Tolerance dalam Trading Forex? Cara Kerja dan Risikonya

Apa Itu Slippage Tolerance dalam Trading Forex? Cara Kerja dan Risikonya




Ketika trader melakukan order, harga yang terlihat di layar tidak selalu menjadi harga eksekusi yang didapat.

Perubahan tersebut dikenal sebagai slippage.

Dalam kondisi tertentu, trader juga dapat menemukan pengaturan yang berkaitan dengan batas toleransi perubahan harga atau slippage tolerance.

Istilah ini penting dipahami agar trader mengetahui bagaimana order dapat diproses ketika harga bergerak cepat.

Apa Itu Slippage Tolerance?

Slippage tolerance adalah batas perbedaan harga yang masih dapat diterima ketika order dieksekusi.

Sederhananya, trader menetapkan seberapa jauh harga boleh berubah dari harga yang diinginkan sebelum order dianggap tidak dapat dieksekusi sesuai ketentuan tersebut.

Namun, ketersediaan dan cara kerja pengaturan ini bergantung pada platform, jenis order, dan broker.

Tidak semua broker atau platform menggunakan mekanisme slippage tolerance yang sama.

Kenapa Slippage Bisa Terjadi?

Slippage dapat terjadi ketika harga bergerak cepat.

Contohnya, trader melihat EUR/USD pada harga:

1,1000

Trader kemudian mengirim order Buy.

Dalam waktu sangat singkat, harga berubah menjadi 1,1003.

Order dapat dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang pertama kali dilihat.

Perubahan tersebut merupakan contoh sederhana slippage.

Kapan Slippage Lebih Sering Terjadi?

Slippage lebih mungkin terjadi ketika kondisi pasar sangat aktif atau likuiditas berubah.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan slippage antara lain:

  • Rilis berita ekonomi penting
  • Volatilitas tinggi
  • Pergerakan harga yang sangat cepat
  • Likuiditas yang lebih rendah
  • Pembukaan pasar setelah periode tertentu
  • Kondisi pasar yang tidak normal

Karena itu, trader perlu berhati-hati ketika membuka posisi tepat di sekitar berita besar.

Contoh Slippage Tolerance

Misalnya trader ingin membeli EUR/USD pada harga 1,1000.

Trader menetapkan batas toleransi tertentu.

Jika harga masih berada dalam batas yang diizinkan, order dapat diproses.

Namun, jika harga bergerak terlalu jauh dan berada di luar batas yang ditentukan, order dapat gagal atau tidak dieksekusi sesuai mekanisme platform.

Contoh tersebut hanya untuk memahami konsep. Implementasi sebenarnya dapat berbeda pada setiap platform.

Apakah Slippage Selalu Buruk?

Tidak selalu.

Slippage dapat terjadi ke arah yang merugikan maupun menguntungkan.

Misalnya trader ingin Buy pada 1,1000.

Order dieksekusi pada 1,1002. Ini kurang menguntungkan bagi trader karena mendapatkan harga lebih tinggi.

Sebaliknya, jika order Buy mendapatkan harga 1,0999, eksekusinya justru lebih baik dari harga yang diharapkan.

Jadi, slippage tidak otomatis berarti kerugian.

Slippage Tolerance dan Stop Loss

Trader juga perlu memahami bahwa batas toleransi harga tidak berarti Stop Loss selalu akan dieksekusi tepat pada harga yang ditentukan.

Dalam kondisi pasar ekstrem atau gap, harga dapat bergerak melewati level tertentu.

Karena itu, trader tetap harus memahami risiko slippage meskipun sudah menggunakan Stop Loss.

Apakah Slippage Tolerance Sama dengan Spread?

Tidak.

Spread adalah perbedaan antara harga Bid dan Ask.

Sementara slippage berkaitan dengan perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi.

Keduanya dapat memengaruhi biaya atau hasil transaksi, tetapi penyebabnya berbeda.

Cara Mengurangi Risiko Slippage

Tidak ada cara yang dapat menjamin slippage tidak akan terjadi.

Namun, trader dapat mengurangi risikonya dengan:

  1. Menghindari entry tepat saat berita besar jika strategi tidak dirancang untuk kondisi tersebut.
  2. Memahami kondisi likuiditas pasar.
  3. Menggunakan ukuran posisi yang sesuai.
  4. Memilih broker dengan kondisi eksekusi yang sesuai kebutuhan.
  5. Memahami jenis order yang digunakan.
  6. Tidak membuka posisi hanya karena harga bergerak sangat cepat.

Kesalahan Pemula

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menganggap harga yang terlihat di chart selalu menjadi harga eksekusi.

Padahal, pasar dapat berubah dalam waktu sangat singkat.

Trader juga sering menganggap slippage selalu berarti broker melakukan kesalahan.

Faktanya, slippage dapat terjadi karena kondisi pasar dan mekanisme eksekusi order.

Karena itu, trader sebaiknya memahami kondisi eksekusi sebelum menggunakan strategi tertentu.

Kesimpulan

Slippage tolerance adalah batas toleransi terhadap perubahan harga ketika order dieksekusi, dengan mekanisme yang dapat berbeda tergantung platform dan broker.

Slippage sendiri dapat terjadi ketika harga bergerak cepat sehingga harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan.

Memahami konsep ini membantu trader memiliki ekspektasi yang lebih realistis terhadap proses eksekusi order.

Trader pemula sebaiknya tidak hanya fokus pada strategi entry, tetapi juga memahami bagaimana order benar-benar dieksekusi di pasar.