Apa Itu Discretionary Trading? Memahami Keputusan Trading Berbasis Penilaian Trader

Apa Itu Discretionary Trading? Memahami Keputusan Trading Berbasis Penilaian Trader




Discretionary trading adalah pendekatan ketika trader menggunakan penilaian dan interpretasi pribadi dalam mengambil keputusan trading.

Trader tetap dapat memiliki strategi, aturan, dan kerangka analisis, tetapi keputusan akhirnya tidak sepenuhnya ditentukan oleh aturan yang kaku.

Misalnya, sebuah setup secara teknis memenuhi beberapa kriteria. Namun trader melihat kondisi market secara keseluruhan kurang mendukung sehingga memilih tidak entry.

Kemampuan mengambil keputusan seperti ini menjadi bagian dari discretionary trading.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Trader discretionary biasanya memperhatikan berbagai faktor sebelum membuat keputusan.

Beberapa di antaranya:

  • struktur harga;
  • momentum;
  • volatilitas;
  • level penting;
  • kondisi market;
  • berita ekonomi;
  • perilaku harga;
  • kualitas setup.

Trader kemudian menggabungkan informasi tersebut untuk menentukan apakah sebuah peluang layak diambil.

Contoh Sederhana

Misalnya seorang trader melihat setup breakout.

Pada kondisi pertama, breakout terjadi dengan momentum kuat dan harga berhasil bertahan di atas level penting.

Pada kondisi kedua, breakout terjadi tetapi candle memiliki pergerakan yang tidak meyakinkan dan market sedang choppy.

Rule-based trader mungkin memiliki aturan tertentu yang menghasilkan keputusan otomatis.

Trader discretionary dapat mempertimbangkan konteks tambahan dan memilih hanya mengambil kondisi pertama.

Kelebihan Discretionary Trading

Fleksibilitas

Trader dapat menyesuaikan keputusan terhadap kondisi market yang berbeda.

Sebuah strategi yang terlihat bagus pada market trending mungkin tidak ideal ketika market berubah menjadi sideways.

Trader discretionary dapat mempertimbangkan perubahan tersebut.

Memanfaatkan Konteks

Tidak semua informasi dapat dengan mudah diterjemahkan menjadi aturan matematis.

Pengalaman trader dapat membantu memahami konteks yang lebih luas.

Menghindari Setup Berkualitas Rendah

Trader dapat melewatkan peluang ketika melihat adanya faktor yang membuat setup kurang menarik.

Kekurangannya

Kelemahan terbesar adalah subjektivitas.

Dua trader dapat melihat chart yang sama tetapi mengambil keputusan berbeda.

Selain itu, trader dapat dengan mudah membenarkan keputusan setelah transaksi terjadi.

Misalnya ketika posisi loss, trader mengatakan bahwa kondisi market sebenarnya tidak sesuai. Padahal alasan tersebut tidak pernah dicatat sebelum entry.

Discretionary Trading Bukan Berarti Trading Tanpa Aturan

Kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap discretionary trading berarti trader bebas melakukan apa pun.

Padahal trader discretionary tetap dapat memiliki aturan.

Perbedaannya adalah aturan tersebut memberikan ruang untuk penilaian.

Contohnya:

“Entry hanya pada setup breakout, tetapi trader dapat menolak setup jika kondisi market dianggap tidak mendukung berdasarkan kriteria tertentu.”

Semakin jelas kriterianya, semakin mudah pendekatan discretionary dievaluasi.

Peran Pengalaman

Discretionary trading biasanya membutuhkan kemampuan membaca kondisi market yang berkembang dari pengalaman.

Namun pengalaman saja tidak cukup.

Trader perlu memiliki catatan agar keputusan dapat dievaluasi.

Jika tidak, pengalaman dapat berubah menjadi sekadar keyakinan pribadi.

Cara Mengevaluasi Discretionary Trading

Setiap keputusan dapat dicatat dengan alasan yang jelas.

Misalnya:

  • Mengapa entry dilakukan?
  • Mengapa setup dianggap valid?
  • Faktor apa yang mendukung?
  • Apa faktor yang menjadi risiko?
  • Apakah keputusan mengikuti proses yang sudah ditentukan?

Dengan catatan tersebut, trader dapat melihat apakah penilaian discretionary benar-benar memberikan nilai tambah.

Discretionary vs Rule-Based Trading

Rule-based trading lebih menekankan aturan yang dapat diterapkan secara konsisten.

Discretionary trading memberikan ruang lebih besar untuk interpretasi.

Tidak ada pendekatan yang otomatis lebih baik untuk semua trader.

Yang lebih penting adalah apakah trader memahami metode yang digunakan dan mampu menjalankannya secara konsisten.

Kesimpulan

Discretionary trading memberikan fleksibilitas bagi trader untuk mempertimbangkan konteks market sebelum mengambil keputusan.

Namun, fleksibilitas harus tetap disertai disiplin.

Tanpa proses yang jelas, discretionary trading dapat berubah menjadi keputusan berdasarkan emosi atau intuisi yang tidak teruji.

Karena itu, trader discretionary tetap membutuhkan kerangka analisis, aturan dasar, dan pencatatan yang konsisten.