Kenapa Spread Forex Tiba-Tiba Besar Saat News?

Kenapa Spread Forex Tiba-Tiba Besar Saat News?




Trader mungkin pernah melihat spread forex yang biasanya kecil tiba-tiba menjadi jauh lebih besar ketika berita ekonomi penting dirilis.

Kondisi ini cukup umum ketika pasar memasuki periode volatilitas tinggi. Spread yang melebar dapat membuat biaya transaksi meningkat dan memengaruhi hasil trading, terutama bagi trader yang menggunakan target kecil.

Lalu, kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Apa Itu Spread?

Spread adalah selisih antara harga bid dan ask pada suatu instrumen.

Trader biasanya bertransaksi pada harga bid atau ask sesuai jenis posisi yang dibuka. Selisih tersebut menjadi salah satu biaya yang perlu diperhitungkan dalam trading.

Dalam kondisi pasar normal dan likuid, spread pada instrumen tertentu bisa relatif kecil.

Namun, situasinya dapat berubah ketika ada berita ekonomi besar.

Apa yang Terjadi Saat News?

Berita ekonomi penting seperti keputusan suku bunga, data inflasi, atau laporan tenaga kerja dapat menyebabkan perubahan harga yang sangat cepat.

Banyak pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka sebelum dan sesudah berita.

Pada saat yang sama, penyedia likuiditas dapat menyesuaikan kuotasi karena kondisi pasar menjadi lebih berisiko.

Akibatnya, jarak antara bid dan ask dapat melebar.

Likuiditas Berubah

Likuiditas berperan penting dalam pembentukan spread.

Ketika banyak kuotasi tersedia di sekitar harga pasar, transaksi biasanya dapat dilakukan dengan spread yang lebih kompetitif.

Saat berita besar dirilis, kondisi pasar bisa berubah dalam waktu singkat.

Likuiditas pada level harga tertentu dapat berkurang atau berpindah dengan cepat. Hal tersebut dapat menyebabkan spread melebar.

Volatilitas Sangat Tinggi

News tidak hanya memengaruhi spread, tetapi juga kecepatan pergerakan harga.

Harga dapat bergerak beberapa kali dalam waktu sangat singkat.

Dalam situasi tersebut, broker dan penyedia likuiditas menghadapi risiko eksekusi yang lebih tinggi.

Spread dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Trader yang tidak memperhatikan hal ini bisa mengira bahwa broker sengaja memperbesar spread, padahal pelebaran spread dapat terjadi karena kondisi likuiditas dan volatilitas.

Dampaknya terhadap Trader

Spread yang melebar membuat biaya untuk membuka posisi menjadi lebih besar.

Misalnya seorang trader biasanya terbiasa dengan spread kecil. Ketika news dirilis, spread meningkat beberapa kali lipat.

Jika trader membuka posisi pada saat tersebut, posisi bisa langsung menunjukkan floating loss yang lebih besar dari biasanya.

Kondisi ini sangat penting diperhatikan oleh scalper karena target profit mereka biasanya relatif kecil.

Risiko Stop Loss

Spread yang melebar juga dapat meningkatkan kemungkinan level tertentu tersentuh.

Jika stop loss diletakkan sangat dekat dengan harga saat ini, perubahan spread dapat memengaruhi harga bid atau ask yang digunakan dalam eksekusi.

Karena itu, trader perlu memahami bagaimana broker menentukan harga eksekusi dan bagaimana spread berpengaruh terhadap posisi Buy maupun Sell.

Apakah Sebaiknya Trading Saat News?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua trader.

Trading saat news membutuhkan pemahaman tentang volatilitas, spread, slippage, dan risiko eksekusi.

Trader pemula yang belum memahami karakteristik tersebut sebaiknya berhati-hati dan tidak membuka posisi hanya karena mengharapkan pergerakan harga yang besar.

Menunggu pasar lebih stabil juga dapat menjadi pilihan.

Cara Menghadapi Spread yang Melebar

Trader dapat menggunakan beberapa langkah sederhana.

Pertama, perhatikan kalender ekonomi untuk mengetahui jadwal berita penting.

Kedua, hindari membuka posisi secara impulsif beberapa saat sebelum berita besar jika strategi tidak dirancang untuk news trading.

Ketiga, jangan menggunakan ukuran posisi berlebihan.

Keempat, perhatikan kondisi spread sebelum mengeksekusi order.

Kelima, pastikan stop loss dan risiko sudah sesuai dengan kondisi akun.

Kesimpulan

Spread forex dapat tiba-tiba melebar saat news karena volatilitas meningkat dan kondisi likuiditas berubah.

Penyedia likuiditas dapat menyesuaikan kuotasi ketika pasar bergerak sangat cepat. Akibatnya, selisih bid dan ask menjadi lebih besar.

Trader perlu memahami kondisi tersebut sebelum mengambil keputusan trading saat berita ekonomi dirilis. Spread, slippage, dan volatilitas harus diperhitungkan karena semuanya dapat memengaruhi hasil transaksi.

Tidak semua pergerakan besar adalah kesempatan yang harus diambil. Terkadang, menunggu pasar kembali stabil justru menjadi keputusan yang lebih masuk akal.