Apa Itu Sortino Ratio dalam Trading? Cara Mengukur Return dengan Memperhatikan Risiko Penurunan
Return yang tinggi belum tentu berarti sebuah strategi memiliki profil risiko yang baik.
Trader juga perlu mengetahui seberapa besar risiko yang harus ditanggung untuk mendapatkan return tersebut.
Salah satu metrik yang dapat digunakan adalah Sortino Ratio.
Sortino Ratio mengukur return suatu investasi atau strategi dengan fokus pada risiko penurunan atau downside risk.
Hal ini membuatnya berbeda dari beberapa rasio lain yang memperhitungkan volatilitas secara keseluruhan.
Bagaimana Sortino Ratio Bekerja?
Secara sederhana, Sortino Ratio membandingkan excess return dengan downside deviation.
Formula sederhananya:
Sortino Ratio = (Return − Target Return) ÷ Downside Deviation
Target return dapat berupa tingkat return minimum yang ingin dicapai.
Sementara downside deviation berfokus pada hasil yang berada di bawah target tersebut.
Contoh Sederhana
Misalnya sebuah strategi memiliki return rata-rata 12% dalam suatu periode.
Target return yang digunakan adalah 4%.
Jika downside deviation adalah 5%, maka:
Sortino Ratio = (12% − 4%) ÷ 5%
= 1,6
Angka tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk mengevaluasi hubungan antara return dan downside risk.
Sortino Ratio vs Sharpe Ratio
Sortino Ratio sering dibandingkan dengan Sharpe Ratio.
Perbedaan utamanya terletak pada cara risiko diperhitungkan.
Sharpe Ratio menggunakan volatilitas secara keseluruhan.
Sortino Ratio lebih fokus pada volatilitas negatif atau hasil yang berada di bawah target.
Bagi trader, pendekatan tersebut dapat menjadi menarik karena tidak semua pergerakan positif perlu dianggap sebagai risiko.
Mengapa Trader Bisa Menggunakannya?
Sortino Ratio dapat digunakan untuk membandingkan beberapa strategi yang memiliki return serupa.
Misalnya:
Strategi A
- Return: 15%
- Sortino Ratio: 1,1
Strategi B
- Return: 14%
- Sortino Ratio: 1,8
Strategi B menghasilkan return sedikit lebih rendah, tetapi memiliki rasio yang lebih tinggi berdasarkan downside risk dalam periode pengukuran.
Tentu saja, data tersebut tetap harus dilihat bersama metrik lain.
Keterbatasan Sortino Ratio
Sortino Ratio sangat bergantung pada periode dan data yang digunakan.
Strategi dengan hasil bagus pada satu periode dapat memiliki hasil berbeda ketika kondisi pasar berubah.
Karena itu, trader sebaiknya tidak menjadikan satu rasio sebagai alasan tunggal untuk memilih sebuah sistem.
Kesimpulan
Sortino Ratio adalah metrik yang membandingkan return dengan risiko penurunan atau downside risk.
Metrik ini dapat membantu trader melihat performa strategi dari sudut pandang yang berbeda, terutama ketika ingin membandingkan return dengan risiko negatif yang dialami.
Sortino Ratio paling baik digunakan bersama metrik lainnya untuk mendapatkan gambaran performa strategi yang lebih lengkap.

