Correlation Risk dalam Trading: Saat Banyak Posisi Ternyata Saling Berkaitan
Correlation risk adalah risiko yang muncul ketika beberapa posisi dalam portofolio memiliki hubungan pergerakan yang cukup kuat.
Sekilas, trader mungkin merasa sudah melakukan diversifikasi karena membuka beberapa posisi berbeda. Namun, jika instrumen tersebut memiliki korelasi, risiko sebenarnya dapat terkonsentrasi.
Contoh Correlation Risk Dalam Trading
Misalnya trader membuka beberapa posisi pada pasangan mata uang yang memiliki hubungan tertentu.
Meskipun pair berbeda, pergerakannya dapat dipengaruhi oleh faktor yang sama.
Jika faktor tersebut bergerak berlawanan dengan posisi trader, beberapa transaksi dapat mengalami kerugian secara bersamaan.
Kenapa Risiko Ini Perlu Diperhatikan?
Trader mungkin menghitung risiko setiap posisi secara terpisah.
Misalnya, setiap posisi memiliki risiko 1%.
Namun, jika semua posisi bergerak berkorelasi dan mengalami kerugian bersamaan, dampak terhadap akun dapat menjadi jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.
Hubungan Antar-Instrumen Tidak Selalu Sama
Hubungan antar-instrumen tidak selalu tetap.
Korelasi dapat berubah berdasarkan kondisi ekonomi dan pasar.
Karena itu, trader tidak seharusnya menganggap dua instrumen akan selalu bergerak searah atau berlawanan.
Bagaimana Cara Mengurangi Correlation Risk?
Trader dapat mencatat seluruh posisi yang sedang terbuka dan mempertimbangkan apakah posisi tersebut memiliki faktor penggerak yang sama.
Jika beberapa posisi memiliki eksposur serupa, trader dapat mempertimbangkan untuk mengurangi ukuran posisi atau jumlah transaksi.
Kesimpulan
Correlation risk menunjukkan bahwa memiliki banyak posisi berbeda tidak selalu berarti risiko sudah terdiversifikasi.
Trader perlu melihat hubungan antarposisi agar tidak secara tidak sadar mengambil risiko yang sama berkali-kali.

