Apa Itu Sentimen Risk-On dan Risk-Off dalam Trading?

Apa Itu Sentimen Risk-On dan Risk-Off dalam Trading?




Sentimen risk-on dan risk-off menggambarkan kecenderungan investor dalam mengambil atau menghindari risiko. Perubahan sentimen ini sering memengaruhi pergerakan saham, mata uang, dan emas.

Dengan memahami kedua kondisi tersebut, trader dapat mengetahui alasan beberapa aset bergerak bersamaan saat pasar menghadapi berita ekonomi atau ketidakpastian global.

Perbedaan Risk-On dan Risk-Off

Risk-on terjadi ketika investor cenderung percaya diri terhadap kondisi ekonomi dan bersedia mengambil risiko lebih besar.

Sebaliknya, risk-off menggambarkan kondisi ketika investor lebih mengutamakan perlindungan modal karena ketidakpastian meningkat.

Risk-On Risk-Off
Investor lebih berani mengambil risiko Investor cenderung mengurangi risiko
Saham sering mendapat dukungan Aset defensif dapat lebih diminati
Mata uang sensitif terhadap pertumbuhan dapat menguat Mata uang safe haven dapat menguat
Optimisme pasar meningkat Kekhawatiran pasar meningkat

Pola tersebut merupakan kecenderungan umum, bukan aturan yang selalu berlaku.

Apa Pengaruhnya terhadap Forex dan Emas?

Perubahan sentimen dapat memengaruhi permintaan terhadap berbagai instrumen.

Contohnya:

  • USD: Dapat menguat saat risk-off karena permintaan likuiditas dan aset aman.

  • JPY dan CHF: Sering menarik perhatian investor ketika ketidakpastian meningkat.

  • AUD dan NZD: Cenderung sensitif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global.

  • Emas: Dapat memperoleh dukungan saat investor mencari perlindungan nilai.

Namun, emas tidak selalu naik ketika pasar memasuki risk-off. Penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi dapat menekan harganya.

Cara Mengenali Perubahan Sentimen Pasar

Trader dapat memantau beberapa indikator berikut:

  1. Indeks saham: Penurunan serentak pada indeks utama dapat menunjukkan meningkatnya kekhawatiran.

  2. Indeks volatilitas VIX: Kenaikan VIX sering berkaitan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar saham AS.

  3. Pergerakan mata uang: Amati perubahan USD, JPY, dan CHF.

  4. Berita ekonomi dan geopolitik: Perhatikan kejadian yang memengaruhi ekspektasi investor.

Sebagai contoh, ketika indeks saham turun tajam sementara JPY menguat, pasar mungkin sedang menunjukkan kecenderungan risk-off.

Meski demikian, trader perlu memeriksa penyebab pergerakan tersebut sebelum mengambil kesimpulan.

Apakah Risk-On dan Risk-Off Bisa Menjadi Sinyal Entry?

Sentimen pasar dapat membantu menentukan konteks analisis, tetapi tidak memberikan sinyal Buy atau Sell secara langsung.

Trader tetap perlu mempertimbangkan arah tren, level harga, manajemen risiko, dan jadwal berita ekonomi.

Selain itu, sentimen dapat berubah dengan cepat setelah publikasi data atau pernyataan bank sentral.

Kesimpulan

Risk-on menggambarkan meningkatnya minat terhadap risiko, sedangkan risk-off menunjukkan kecenderungan investor mencari keamanan.

Gunakan informasi sentimen sebagai pelengkap analisis, bukan satu-satunya dasar transaksi.

Untuk mempelajari pasar forex melalui akun demo, pengguna dapat mencari informasi platform dan layanan melalui XM.

Disclaimer: Trading forex dan CFD memiliki risiko kerugian modal. Informasi ini hanya bertujuan edukasi.