Pengaruh Inflasi AS terhadap Forex dan Harga Emas

Pengaruh Inflasi AS terhadap Forex dan Harga Emas




Rilis inflasi Amerika Serikat sering menjadi perhatian trader karena dapat mengubah perkiraan arah kebijakan moneter. Perubahan perkiraan tersebut kemudian memengaruhi dolar, imbal hasil obligasi, dan harga emas.

Namun, aturan sederhana seperti “inflasi naik berarti emas naik” tidak cukup untuk menjelaskan reaksi pasar.

Kenali CPI dan PCE

Consumer Price Index atau CPI mengukur perubahan harga sekeranjang barang dan jasa yang dibayar konsumen perkotaan di Amerika Serikat. Data ini diterbitkan oleh Bureau of Labor Statistics.

Indikator lain adalah indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE. Federal Reserve mendefinisikan sasaran inflasi jangka panjangnya menggunakan perubahan tahunan indeks harga PCE.

Data inti yang mengecualikan makanan dan energi juga diperhatikan untuk membantu membaca kecenderungan inflasi. Namun, sasaran inflasi tersebut merujuk pada PCE keseluruhan.

Mengapa inflasi dapat memengaruhi dolar?

Jika inflasi lebih tinggi daripada perkiraan, pelaku pasar dapat menilai bahwa suku bunga perlu dipertahankan tinggi lebih lama.

Perubahan ekspektasi itu bisa mendukung dolar. Namun, hasilnya bergantung pada informasi yang sudah tercermin dalam harga dan kondisi ekonomi lain.

Dalam EURUSD, penguatan dolar cenderung menekan pasangan tersebut. Pada USDJPY, penguatan dolar cenderung mendorong kenaikan, dengan asumsi faktor lain tidak mendominasi.

Mengapa emas bisa justru turun?

Emas tidak memberikan bunga. Kenaikan imbal hasil riil dapat meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan emas, sementara penguatan dolar juga dapat memberikan tekanan pada harga emas dalam dolar.

Namun, dolar dan imbal hasil riil bukan satu-satunya penggerak. Permintaan investasi, pembelian bank sentral, serta kondisi risiko turut berpengaruh. World Gold Council menekankan keterbatasan model yang hanya memakai dua variabel tersebut.

Bandingkan aktual, perkiraan, dan rincian

Misalnya, perkiraan CPI bulanan adalah 0,2%, sedangkan hasil aktual 0,4%. Itu merupakan kejutan kenaikan dibandingkan perkiraan.

Akan tetapi, trader tetap perlu melihat inflasi inti, angka tahunan, revisi bila ada, dan respons pasar setelah rilis. Jangan mencampurkan perubahan bulanan dengan tahunan.

Saat publikasi, spread dan slippage dapat meningkat. Menunggu kondisi lebih stabil merupakan pilihan yang sah; trader tidak wajib mengambil posisi pada detik pertama.

Untuk belajar membaca data ekonomi, kunjungi BelajarForex.net. Jika ingin mengenal layanan broker, kamu dapat mengunjungi TMGM melalui tautan ini dan memeriksa ketentuan transaksinya.